Fungsi Thinner, Jenis, dan Kegunaan nya yang Perlu Kamu Tahu!
Dalam melakukan pengecatan dinding, kamu bukan hanya membutuhkan cat dan kuas saja, tetapi juga thinner. Kita tahu, thinner biasa digunakan untuk mengencerkan cairan cat, baik cat dinding atau pun kayu. Thinner berfungsi salah satunya untuk membuat cat cepat kering. Tapi kamu gak perlu khawatir mikirin stok thinner, karena di Bukabangunan tersedia banyak stok thinner dengan harga dan kualitas terbaik! Yuk, mulai usaha jual thinner sekarang.
Namun di pasaran, thinner tersedia dalam beberapa jenis. Masing-masing jenis memiliki perbedaan. Oleh karena itu, kamu tidak boleh memilih thinner secara asal. Untuk mengetahui jenis-jenis thinner dan masing-masing fungsi thinner cat, simak terus artikel ini, ya!
Apa Itu Thinner?
Thinner dikenal sebagai zat cair yang berfungsi untuk mengencerkan solvent atau cat minyak. Tanpa adanya thinner, cat minyak tidak bisa diaplikasikan ke sebuah permukaan, seperti kayu dan besi.
Thinner, sebenarnya bisa digantikan oleh bensin atau solar. Namun hasilnya akan kurang maksimal dan bisa merusak cat.
Sebelum menggunakan thinner untuk keperluan pengecatan, perlu kamu ketahui, thinner merupakan cairan yang sangat berbahaya. Di dalam thinner, terkandung toluena atau juga dikenal sebagai metilbenzena ataupun fenilmetan.
Toluena sendiri merupakan cairan bening tak berwarna yang tak larut didalam air. Cairan tersebut memiliki bau sangat menyengat sehingga membahayakan kesehatan jika dihirup dalam waktu lama.
Yang paling parah thinner dapat mengakibatkan kerusakan pada saluran pernapasan. Untuk mencegah hal tersebut kami sarankan menggunakan masker saat mencampur cat ataupun kebutuhan lainnya.
Selain berbahaya bagi saluran pernapasan, thinner juga berbahaya bagi kulit. Sebab cairan ini bisa menyebabkan iritasi, gatal, dan panas. Oleh karena itulah harus hati-hati saat menggunakannya.
Fungsi Thinner
Thinner memiliki fungsi untuk menurunkan tingkat kekentalan atau viskositas dari bahan-bahan yang akan diaplikasikan melalui medium kuas atau alat penyemprot. Beberapa jenis medium, termasuk alat penyemprot cat dan juga kuas cat, biasanya dipakai untuk mengaplikasikan bahan-bahan finishing pada obyek-obyek tertentu.
Bahan-bahan finishing dengan tingkat kekentalan tinggi ini jelas perlu dibuat lebih encer untuk mencapai titik viskositas fungsinya terlebih dahulu sebelum dapat digunakan. Tujuannya jelas, agar mendapatkan hasil akhir yang optimal.
Tidak hanya mengontrol viskositas bahan-bahan finishing, thinner adalah zat yang dimanfaatkan untuk mengatur sifat-sifat zat yang terkandung di dalam bahan-bahan finishing ini.
Salah satunya adalah untuk mengatur seberapa cepat bahan finishing yang diaplikasikan pada objek dapat mengering. Begitu juga untuk mengatur ketebalan dari lapisan bahan finishing saat diaplikasikan. Ini tinggal menyesuaikan dengan jenis bahan finishing serta thinner yang digunakan, termasuk banyaknya perbandingan saat mencampurkan keduanya.
Thinner juga berfungsi sebagai campuran cat, zat untuk membersihkan besi yang berkarat, bertindak sebagai bahan pelarut, bahan pengkilap, serta penguap cat agar menjadi lebih cepat kering sebagaimana sudah dijelaskan pada paragraf sebelumnya. Semua fungsi ini menjadikan thinner sebagai salah satu bahan finishing yang banyak dicari.
Jenis-jenis Thinner
Ada beberapa jenis thinner yang perlu kamu ketahui, berikut ini penjelasannya:
1. Thinner Cobra
Jenis thinner yang paling populer dan sering digunakan adalah thinner cobra. Biasanya thinner cobra dipakai untuk mengencerkan cat duco dan cat minyak. Kemudian, penggunaannya lebih sering diimplementasikan pada kayu dan besi. Umumnya, thinner cobra dijual dalam beberapa ukuran.
2. Thinner Impala
Jenis thinner satu ini cukup populer dengan kemasannya yang berwarna hijau terang. Itulah kenapa banyak orang menyebutnya sebagai thinner Impala Hijau. Sebetulnya, thinner Impala tidak jauh berbeda dari thinner Cobra. Keduanya sama-sama digunakan untuk mengencerkan cat minyak dan cat duco, dengan penggunaan pada kayu dan besi. Hanya saja, thinner Impala dapat memberikan hasil akhir atau finishing dengan efek agak glossy.
3. Thinner Polyurethane
Thinner Polyurethane (PU) umumnya terbagi menjadi dua jenis, yaitu thinner PU dan thinner PU Slow. Perbedaan di antara keduanya terletak pada waktu yang dibutuhkan untuk bisa kering.
Seperti namanya, thinner PU Slow membutuhkan waktu yang lebih lama untuk kering, yaitu bisa mencapai lebih dari dua belas jam. Sedangkan, waktu kering thinner PU biasanya sekitar enam jam saja.
Namun, umumnya thinner PU Slow memang memiliki finishing kilap yang lebih tahan lama daripada thinner PU. Itulah kenapa jika dibandingkan, thinner PU biasanya dijual dengan harga relatif lebih murah daripada thinner PU Slow.
4. Thinner Nitro Cellulose
Thinner Nitro Cellulose (NC) kebanyakan dipakai sebagai campuran atau material cat jenis nitro cellulose dan pernis nitro cellulose. Jika dibutuhkan, kamu juga bisa menggunakannya untuk campuran material lain berbahan nitro cellulose.
Ada tiga jenis thinner NC, yaitu:
- Thinner A: Digunakan sebagai pengencer semua jenis cat duco/NC. Thinner ini paling sering digunakan saat proses pengecatan dasar menggunakan bahan epoxy. Waktu keringnya sangat cepat.
- Thinner B: Fungsi thinner b digunakan sebagai pengencer cat sintetis yang digunakan untuk mengecat pagar, besi, dan kayu.
- Thinner A Special: Hampir mirip dengan thinner A, tetapi lebih sering digunakan untuk proses finishing atau clear coating.
Jenis Thinner Berdasarkan Kebutuhan
Setiap pengecatan harus menggunakan thinner yang berbeda. Ada thinner yang khusus untuk besi, kayu, kendaraan bermotor, dan sebagainya. Jadi, untuk hasil ideal, pilihlah jenis thinner yang sesuai kebutuhan:
1. Thinner untuk Cat Kendaraan
Mengecat motor atau mobil biasanya melewati tiga tahapan, yakni menggunakan cat epoxy sebagai dasar, cat warna, dan clear coat. Setiap tahap tentunya menggunakan thinner yang berbeda untuk hasil yang ideal. Berikut panduan jenis thinner yang dibutuhkan untuk setiap tahapan pengecatan kendaraan bermotor:
- Pengecatan dasar: cat epoxy campur thinner A, NC, atau A super. Cat epoxy berguna untuk menutup pori-pori permukaan dan menghilangkan bekas goresan.
- Pengecatan warna utama bodi: thinner HG atau thinner A super. Keduanya membuat hasil akhirnya lebih halus dan memudahkan proses selanjutnya, yakni clear coating.
- Proses clear coating atau pernis: thinner PU. Hasilnya lebih glossy dan tahan lama, bahkan hingga 5 tahun.
2. Thinner untuk Cat Kayu dan Besi
Cat dan thinner juga digunakan untuk memoles bagian rumah, seperti pagar besi, pintu kayu, dan sebagainya. Untuk mengecat kayu atau besi, kamu bisa menggunakan jenis thinner yang sama. Setelah proses pengamplasan, gunakan cat dasar yang dicampur dengan thinner A atau thinner super.
Jika kamu menginginkan hasil akhir yang glossy, gunakan cat dan thinner PU saat melakukan proses pernis. Untuk benda-benda yang terbuat dari besi, thinner juga berfungsi untuk menghilangkan karat sehingga barang lebih awet.
Itulah hal-hal yang perlu kamu ketahui mengenai thinner dan fungsinya sesuai kebutuhan. Semoga bermanfaat dan bisa membantumu dalam melakukan pengecatan, apabila kamu adalah seorang pengusaha yang ingin menjadi agen distributor bahan bangunan dan menjual bahan bangunan, kamu bisa gabung Bukabangunan untuk dapetin stok bahan material termurah dan terbaik.